Persoalan apa saja yang akan dihadapi Boediono jika terpilih jadi Gubernur BI?
Pemerintah harus merelakan seorang Boediono berada di BI. Pemerintah harus mencegah inflasi. Kita harus mencegah jangan samapi portfolio ekonomi negara ini rusak. Portfolio itu bukan hanya di pasar saham, juga di pasar obligasi. Pasar saham kita adalah pasar yang dikontrol oleh banyak pihak asing. Peran asing di pasar obligasi juga semakin besar.
Bagaimana dengan krisis di Amerika?
Memang, perekonomian Amerika Serikat sedang bermasalah. Bergejolaknya perekonomian AS akibat krisis sub-prime mortgage, ikut mendorong hancurnya keseluruhan kredit market. Dan itu, mau tidak mau, memiliki efek yang luar biasa terhadap perekonomian Indonesia. Saat ini harga pangan dan energi dunia terus naik. Itu adalah masalah besar lainnya yang saat ini sedang dihadapi bangsa kita.
Apa yang membuat anda yakin Boediono pantas menduduki kursi gubernur BI?
Resistensi Boediono di pasar rendah. Sekarang ini Indonesia sedang berhadapan dengan situasi eksternal, di saat kita sama sekali tidak memiliki peran di sana, tapi harus bisa menghadapi persoalan tersebut. Dan itu bukan perkara mudah untuk mengatasinya…
Lalu bagaimana soal kapabilitasnya?
Boediono itu PhD lulusan dari Wharton School, Universitas Pennsylvania, Amerika Serikat. Siapa orang yang seperti dia? Di negeri ini, lulusan dari Wharton School itu hitungannya jari. Bahkan menurut saya, dilihat dari sisi teknokrat yang ada di Indonesia, dia yang paling kuat background ekonominya. Jadi, apa lagi alasannya? Pendidikan oke, latar belakang birokrasi beliau juga bagus. Dia pernah menjabat sebagai Direktur BI, Kepala Bappenas, Menteri Keuangan dan sekarang Menteri perekonomian.
Ada yang bilang, lebih baik gubernur itu dari internal BI?
Saya ingin bertanya, apakah Burhanuddin Abdullah ketika menjadi Gubernur BI berasal dari internal BI? Tidak. Lalu, apakah Miranda Goeltom juga dari internal BI? Juga tidak. Dia sudah keluar dari BI. Adrianus Mooy atau Soedrajad Djiwandono yang pernah menjabat Gubernur BI, bukan pula dari internal BI.
Kalau Boediono terpilih jadi Gubernur BI, siapa yang layak untuk memegang posisi Menko Perekonomian?
Kalu itu urusan presiden. Saya tidak mau berkomentar. Sebab, sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden, saya bekerja dibatasi oleh undang-undang. Jadi, saya tidak bisa sembarangan memberi komentar ke publik. Ide persoalan ekonomi yang saya usulkan ke presiden pun tidak boleh dibicarakan ke publik, termasuk anggota DPR.
Nama anda disebut-sebut sebagai pengganti Boediono?
Saya sudah katakan, saya bekerja dibatasi oleh Undang-Undang Dewan Pertimbangan Presiden. Jangankan memberi komentar soal diri saya, mengomentari orang lain saja tidak boleh. Jadi, sekali lagi, saya tidak bisa berkomentar soal itu.
(sumber: Trust, No.24 Tahun vi, 7-13 April 2008)