Syahrir lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada tanggal 24 Februari 1945. Ia menikah dengan Kartini Panjaitan, seorang doktor di bidang antropologi yang kini menjabat ketua Asosiasi Antropologi Indonesia. Dari pernikahan itu, pasangan Syahrir-Kartini memperoleh seorang putra, Pandu, serta seorang putri, Gita.
Syahrir lahir sebagai anak satu-satunya dari pasangan Ma’amoen Al Rasyid dan Roesma Malik. Ayahnya adalah pejabat pemerintah di masa pemerintahan koloni Belanda, sementara ibunya adalah pegawai Inspektorat Pendidikan Wanita di Departemen Pendidikan. Meskipun berasal dari Sumatera Barat, keluarga Syahrir lebih banyak tinggal di Pulau Jawa; Kudus, Yogyakarta, Magelang, Surabaya, dan terutama Jakarta yang kini merupakan ibukota Indonesia
Syahrir dikenal sebagai ekonom dan politisi. Ketika masih menjadi mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 1974, Syahrir menjadi seorang aktivis. Latar belakang itulah yang membawanya ke dunia politik. Pada tahun 2002, Syahrir mendirikan Partai Perhimpunan Indonesia Baru sebagai upaya menawarkan solusi bagi bangsa yang tengah dilanda masalah.
Sebagai mahasiswa
Syahrir menerima pendidikan dasarnya di sebuah sekolah negeri di Jakarta meski sempat mengenyam pendidikan di Dalton Elementary School, Amsterdam. Ia melanjutkan ke sekolah menengah Canisius College, Jakarta. Di sekolah itulah Syahrir menemukan kecintaannya akan pelajaran ekonomi. Setelah lulus dari Canisius College, ia diterima di universitas negeri terkemuka, Universitas Indonesia, tempat ia belajar ilmu ekonomi.
Selama periode ini, Syahrir aktif di kegiatan kemahasiswaan yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Djakarta (IMADA). Aktivitasnya di IMADA membuatnya terpilih sebagai Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa (KAMI) Jakarta. Selain itu, aktivitasnya di badan kemahasiswaan kampus membuatnya terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Senat Mahasiswa, Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia.
Dilihat dari sejarahnya, badan kemahasiswaan Universitas Indonesia memiliki peran yang cukup besar dalam pergerakan politik Indonesia. Pada tahun 1974, para mahasiswa memprotes kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan peran investasi asing di Indonesia. Demonstrasi kemudian bergejolak menjadi kerusuhan—peristiwa itu dikenal sebagai Malari. Syahrir yang pada saat itu telah lulus dengan gelar Sarjana Ilmu Ekonomi dari Universitas Indonesia dan hendak bersiap-siap berangkat ke Amerika Serikat untuk melanjutkan pendidikan S2 atas beasiswa di Kennedy School of Government, Universitas Harvard, ditangkap, diadili, dan dijatuhi hukuman penjara 6,5 tahun atas tuduhan subversi dalam keterlibatannya pada peristiwa tersebut. Meski demikian, Syahrir hanya menghabiskan waktu di penjara selama hampir 4 tahun sebagai tahanan politik.
Untung saja setelah keluar dari penjara, Ford Foundation yang menjadi sponsor beasiswanya, masih memberikan kesempatan kepada Syahrir untuk mengenyam pendidikan S2-nya. Ia lulus pada tahun 1983 dari Universitas Harvard dengan gelar doktor di bidang Ekonomi Politik & Pemerintahan. Di Harvard pulalah ia sempat menjalin pertemanan dengan Ninoy Aquino dan Kim Dae Jung.
Sebagai Ekonom
Setelah meraih gelar doktor, Syahrir membagi ilmunya dengan menjadi dosen di fakultas lamanya, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Ia kemudian mendirikan lembaga yang bernama Insititute for Economic and Financial Research (Ecfin) bersama rekan-rekan ekonomnya. Salah satunya adalah Dr. Mari Elka Pangestu yang kini merupakan Menteri Perdagangan Republik Indonesia. Syahrir juga mendirikan lembaga lain, yaitu Yayasan Padi & Kapas, yang kegiatan utamanya adalah penelitian, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.
Selama masa ini, Syahrir aktif sebagai konsultan dan penasihat untuk bank-bank dan perusahaan-perusahaan publik. Banyaknya seminar ekonomi yang dihadirinya sebagai pembicara, serta lebih dari selusin buku yang diterbitkannya, memantapkan namanya sebagai kritikus dan analis ekonomi yang cukup dipandang di negeri ini. Sejak tahun 1994, ia menjadi narasumber di Dewan Sosial & Politik Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.
Sebagai Politisi
Hari-hari Syahrir di masa lalu sebagai aktivis masih mengikutinya hingga kini. Ketika krisis moneter yang mengguncang Indonesia pada tahun 1997 berkelanjutan menjadi krisis ekonomi dan politik, Syahrir terdorong untuk menawarkan solusi untuk negeri ini. Pada tahun 2001, di masa Reformasi, Syahrir mendirikan Perhimpunan Indonesia Baru. Aktivitas utama perhimpunan itu adalah menyelenggarakan cabinet watch yang mengawasi keputusan-keputusan pemerintah atas kebijakan-kebijakan tertentu, dan mengumumkan hasil pengawasan itu ke masyarakat.
Tidak puas dengan proses Reformasi setelah jatuhnya Soeharto, Syahrir dan rekan-rekannya yang memiliki ide yang sama di Perhimpunan Indonesia Baru mengumumkan berdirinya Partai Perhimpunan Indonesia Baru. Partai ini mencoba menawarkan solusi alternatif pada era Reformasi melalui partisipasi di pemilihan umum 2004. Syahrir sendiri berkesempatan mencalonkan diri di pemilihan presiden tahun itu, namun tidak memperoleh jumlah suara yang cukup untuk maju ke tahap berikutnya. Meski demikian, mengetahui bahwa keahlian ekonomi Syahrir dapat bermanfaat bagi pemerintah yang baru, Presiden Republik Indonesia pertama yang dipilih langsung oleh rakyat, Susilo Bambang Yudhoyono, menunjuk Syahrir sebagai Penasihat Ekonomi Presiden. Tugas Syahrir sebagai Penasihat Ekonomi Presiden termasuk menjadi duta khusus Presiden RI ke negara-negara lain, menjalankan misi kepresidenan.
Sebagai Tokoh Masyarakat
Sebagai ahli ekonomi dan tokoh masyarakat, Dr. Syahrir sempat memandu acara (Info untuk Anda & Dialog Aktual di Indosiar) dan tampil di televisi nasional menjadi narasumber, antara lain Metro TV, SCTV, TPI, Anteve, TVRI, Lativi.
pa syahrir saya sangat apresiate dgn PIb klo memang berkomitmen untuk menegakan keadilan dan kesejahteraan rakyat indonesia,
kami kawan2 di Bandung siap gabung sebagi pengurus PIB siapa yg bisa kami hubungi tuk di DPW Jabar atau di bandung
cepi 0811234876
email: cepsemar@yahoo.com
masih segar dalam ingatan saya saat-saat reformasi dan setelahnya, om (bolehkan pakai sebutan ini, daripada bang, bung, mas, pak, atau eyang) syahrir sering muncul di tv dengan ulasan-ulasannya yang lugas, kerinduan itu muncul kembali saat ini manakala berita dipenuhi dengan berbagai kasustainment. Kapan om syahrir comeback menyapa kita, atau saya saja yang tak bisa nonton tv yang komplit (maksudnya berbagai channel ada).
Menurut berita di media bapak sedang sakit ya … cepat sembuh pak, kami rindu tulisan dan komentar bapak yang selalu bersemangat. Doa kami untuk kesembuhan pak Syahrir.
Semoga arwah bapak bisa diterima disisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.
Semoga, pemikiran-pemikiran bapak bisa terus ‘hidup’ dan diteruskan oleh para penerus yang berdedikasi dan berjuang demi bangsa
Semoga, nama harus pak Sjahrir akan tetap berada disanubari kami….
Semoga, bangsa Indonesia tidak lagi menjadi ‘koeli’ bagi investor asing.
Amen
doa dari salah satu anak bangsa
mantan aktifis’98
Selamat jalan bung sjahrir.
Semoga Allah SWT mengampuni dosa2 dan menempatkan beliau di sisi-Nya. amien.
turut berduka cita..
semoga semua amal diterima oleh-Nya..
dan keluarga diberikan ketabahan
Selamat Jalan Pak Syahrir…doa kami menyertaimu….
pagi ini saya terkesima mendengar Bapak Syahrir telah dipanggil yang Alloh Yang Maha Kuasa,
Semoga bapak mendapat Ridho-Nya.
Selamat Jalan.., Bapak
do’a kami selalu menyertaimu..
Ina lillahi wa ina ilaihi rojiun
Saya turut berduka cita atas meninggalnya idola saya dan panutan saya,Pak Syahrir, semoga beliau dapat diterima disisi Tuhan yang maha kuasa serta kelurga yang ditinggalkan dapat tabah menghadapi dukacita ini..amin
Selamat jalan Bang Sjahrir
Semoga Allah menerima semua amal baikmu
Mengampuni segala dosamu
terima kasih untuk segala jasamu
Turut berduka cita pak Syahrir
Terima kasih atas bakti bapak untuk Indonesia
turut berduka atas berpulangnya bapak Dr. Syahrir.. Semoga amal ibadahnya diterima disisi Tuhan YME, serta dosa dan kesalahannya diampuni… dan semoa cita-cita luhur mu atas Bangsa dan Negara ini bisa dilanjutkan oleh generasi-generasi selanjutnya..
Selamat Jalan Bang Syahrir….
Innalillahiwainalillahi rajiuun, semoga amal ibadah Pak Syahrir diterima di sisiNya.. Ammiiin
Barusan tau dari detik.com Pak Syahrir telah meninggal dunia di RS Mount Elizabeth, Singapura Senin (28/7/2008) pukul 08.50 WIB.
Saya termasuk pengagum beliau. Setiap beliau muncul di layar televisi saya selalu menyempatkan utk menyimak. Meski saya bukan praktisi ekonomi, tapi selalu kagum dng cara beliau berbicara soal ekonomi dng cara yg mudah dimengerti, rasional, dan kritis.
Saya pikir Indonesia telah kehilangan salah satu pakar ekonominya. Turut berduka cita sedalam-dalamnya.
Selamat jalan, bung !
Selamat Jalan, Pak Syahrir. Pemberani seperti Anda, meninggalkan banyak kenangan dan pelajaran, buat para pengecut yang masih tertinggal.